Selasa, 22 Maret 2011

KAJIAN KRITIS MENGENAI “COOPERTIVE LEARNING”




KAJIAN KRITIS MENGENAI “COOPERTIVE LEARNING”

Perlu kita ketahui dan tanamkan pada pemikiran kita jika iklim pembelajaran yang dikembangkan oleh guru sangat besar pengaruhnya keberhasilan dan kegairahan belajar hal lain juga yang pelu kita ketahui jika kualitas dan keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan ketepatan guru dalam memilih dan menggunakan metode pembelajaran.
Dalam realitanya masih banyak guru yang belum memiliki kemampuan dan keterampilan yang memadai dalam memilih, serta menggunakan berbagai metode pembelajaran yang mampu mengembangkan iklim pembelajaran yang kondusif bagi siswa untuk belajar, dan banyak diantara guru yang tidak memiliki kurikulum tertulis yang merupakan pedoman dasar dalam pemilihan metode pembelajaran. Disamping itu, tidak sedikit siswa mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran dikarenakan metode pembelajaran yang dipilih dan digunakan oleh guru dirasakan kurang tepat. Dengan demikian proses belajar-mengajar (PBM) akan berlangsung secara kaku, sehingga kurang mendukung pengembangan pengetahuan, sikap, moral, dan keterampilan siswa.

Cooperative Learning
Salah satu teori belajar yang dapat diterapkan sebagai metode pembelajaran adalah Cooperative Learning. Secara umum pengertian dari Cooperative Learning yaitu strategi pembelajaran yang efektif dimana masing-masing dengan tingkat kemempuan yang berbeda-beda tingkat kemampuannya dijadikan tim/kelompok kecil dapat terdiri dari 5-6 orang. Semuanya menggunakan aktivitas belajar untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang suatu objek.
Dalam Cooperative Learning, proses belajar menekankan kepada hubungan sosial antar siswa sendiri, mereka harus berinteraksi dengan baik agar proses belajar dapat berjalan dengan baik pula. Maka Cooperative Learning erat kaitannya dengan psikologi sosial. Aplikasi dari psikologi sosial menjadi dasar dari teori ini, yang menjadi harapan dengan ini yaitu harus ada peningkatan ketergantungan positifterhadap yang lainnya. Yaitu siswa satu dengan yang lainnya harus selalu saling mengharapkan ada yang dapat dipelajari dari yang lainnya namun secara dirinya sendiri siswa harus berusaha memahami topik sebelum adanya pertemuan atau diskusi. Dan ketika berdiskusi diharapkan setiap siswa mampu menyampaikan pendapat mereka sensuai pemahaman mereka.
Karena terkadang hanya ada beberapa siswa sangat aktif sehingga terjadi penilaian yang berbeda dar siswa lainnya. Sehingga ia akan dianggap siswa pandai, dengan demikian diharapkan mereka semua dalam satu kelompok dapat bertanggung jawab kepada diri mereka sendiri dan kepada kelompok. Agar penilaian pun menjadi sama dari satu dengan yang lainnya.
Dari seluruh pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa Cooperative Learning adalah suatu metode belajar kelompok yang setiap anggotanya aktif mengembangkan uniform, ide, sikap dan lain sebagainya yang dimiliki untuk bersama-sama saling meningkatkan pemahaman. Dan terdapat beberapa faktor yang dapat mendukung keberhasilan belajar yaitu, adanya ketergantungan positif, adanya tanggung jawab individu terhadap kelompok, adanya inetaksi yang menunjang, dan penilaian dalam kelompok.
Pembelajaran kooperatif telah dikembangkan secara intensif melalui berbagai penelitian,tujuannya untuk meningkatkan kerjasama akademik antar peserta didik membentuk hubungan positif, mengembangkan rasa percaya diri, serta meningkatkan kemampuan akademik melalui aktivitas kelompok. Dalam pembelajaran kooperatif terdapat saling ketergantungan positif di antara peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Setiap peserta didik mempunyai kesempatan yang sama untuk sukses. Aktivitas belajar berpusat pada peserta didik dalam bentuk diskusi, mengerjakan tugas bersama, saling membantu dan saling mendukung dalam memecahkan masalah. Melalui interaksi belajar yang efektif peserta didik lebih termotivasi, percaya diri, mampu menggunakan strategi berpikir tingkat tinggi, serta mampu membangun hubungan interpersonal. Model pembelajaran kooperatif memungkinkan semua peserta didik dapat menguasai materi pada tingkat penguasaan yang relatif sama atau sejajar.
Dari data yang saya dapatkan model pembelajaran Cooperative Learning (MPCL) beranjak dari dasar pemikiran "getting better together", yang menekankan pada pemberian kesempatan belajar yang lebih luas dan suasana yang kondusif kepada siswa untuk memperoleh, dan mengembangkan pengetahuan, sikap, nilai, serta keterampilan-keterampilan sosial yang bermanfaat bagi kehidupannya di masyarakat. Melalui MPCL, siswa bukan hanya belajar dan menerima apa yang disajikan oleh guru dalam PBM, melainkan bisa juga belajar dari siswa lainnya, dan sekaligus mempunyai kesempatan untuk membelajarkan siswa yang lain.
Proses pembelajaran dengan MPCL ini mampu merangsang dan menggugah potensi siswa secara optimal dalam suasana belajar pada kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 2 sampai 6 orang siswa. Pada saat siswa belajar dalam kelompok akan berkembang suasana belajar yang terbuka dalam dimensi kesejawatan, karena pada saat itu akan terjadi proses belajar kolaboratif dalam hubungan pribadi yang saling membutuhkan. Pada saat itu juga siswa yang belajar dalam kelompok kecil akan tumbuh dan berkembang pola belajar tutor sebaya (peer group) dan belajar secara bekerjasama.
Pada MPCL, guru bukan lagi berperan sebagai satu-satunya nara sumber dalam PBM, tetapi berperan sebagai mediator, stabilisator, dan manajer pembelajaran. Iklim belajar yang berlangsung dalam suasana keterbukaan dan demokratis akan memberikan kesempatan yang optimal bagi siswa untuk memperoleh informasi yang lebih banyak mengenai materi yang dibelajarkan dan sekaligus melatih sikap dan keterampilan sosialnya sebagai bekal dalam kehidupannya di masyarakat, sehingga perolehan dan hasil belajar siswa akan semakin meningkat.
Seperti halnya dengan metode-metode dari teori yang lain tentunya tidak ada yang sempurna. Semuanya selalu ada kelebihan maupun kekurangan, begitu pula dengan metode ini .

Keunggulan Cooperative Learning yaitu,
a. Menambah motivasi siswa untuk belajar
Pendidikan akan tercapai tujuannya jika siswa mampu belajar mandiri, siswa tidak selalu diberikan pekerjaan rumah hanya untuk belajar. Tapi siswa tahu sendiri kebutuhan mereka untuk pendidikan dan masa depan mereka. Siswa selalu dituntun dan dibatasi belajar mereka oleh guru. Lihat saja guru hanya menyuruh mereka tentang hal yang ada di buku atau yang telah diberikan guru saja. Namun dengan metode ini diharapkan siswa menganggap belajar untuk kebutuhan mereka dan agar mereka tidak ketinggalan oleh teman kelompok mereka.
b. Siswa cenderung akan belajar lebih mendalam
Karena mereka harus mempersiapkan bahan untuk belajar bersama dalam kelompok mereka, siswa tentunya tidak ingin dianggap remeh oleh teman mereka sehingga belajar dengan lebih lagi harus mereka lakukan. Dari hal ini seorang guru diharapkan mampu selalu mendatangkan suasana kompetisi yang sehat di dalam masing-masing kelompok di dalam kelas.
c. Memperbesar interdepedensi dan hubungan antar murid
Dalam pembelajaran kooperatif selain hal-hal di atas, karena hubungan sosial sangat ditekankan maka model pembelajaran ini dan siswa diharapkan selalu adanya komunikasi dalam berdiskusi. Sehingga hubungan antara siswa pun akan baik dan semakin dekat.

Kelemahan Cooperative Learning adalah ketika tidak adanya penghargaan dan akuntabilitas individual, beberapa siswa akan bermalas-malasan membiarkan siswa lain mengerjakan pekerjaannya. Inilah yang akan terjadi ketika siswa mulai mengabaikan tugasnya dan merasa jika cukup rekan-rekannya saja yang mencari mencari bahan belajar. Dan dia hanya pasif menunggu dari yang lainnya. Atau yang mungkin terjadi adalah ada siswa yang terabakan karena merasa kontribusinya tidak diperhitungkan.
Kelemahan-kelemahan lainnya,
a. Guru khawatir bahwa akan terjadi kekacauan dikelas. Kondisi seperti ini dapat diatasi dengan guru mengkondisikan kelas atau pembelajaran dilakukan di luar kelas seperti di laboratorium matematika, aula atau di tempat yang terbuka.

b. Banyak siswa tidak senang apabila disuruh bekerja sama dengan yang lain. Siswa yang tekun merasa harus bekerja melebihi siswa yang lain dalam grup mereka, sedangkan siswa yang kurang mampu merasa minder ditempatkan dalam satu grup dengan siswa yang lebih pandai. Siswa yang tekun merasa temannya yang kurang mampu hanya menumpang pada hasil jerih payahnya. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan sebab dalam model pembelajaran kooperatif bukan kognitifnya saja yang dinilai tetapi dari segi afektif dan psikomotoriknya juga dinilai seperti kerjasama diantara anggota kelompok, keaktifan dalam kelompok serta sumbangan nilai yang diberikan kepada kelompok.

c. Perasaan was-was pada anggota kelompok akan hilangnya karakteristik atau keunikan pribadi mereka karena harus menyesuaikan diri dengan kelompok. Karakteristik pribadi tidak luntur hanya karena bekerjasama dengan orang lain, justru keunikan itu semakin kuat bila disandingkan dengan orang lain.

d. Banyak siswa takut bahwa pekerjaan tidak akan terbagi rata atau secara adil, bahwa satu orang harus mengerjakan seluruh pekerjaan tersebut. Dalam model pembelajaran kooperatif pembagian tugas rata, setiap anggota kelompok harus dapat mempresentasikan apa yang telah didapatnya dalam kelompok sehingga ada pertanggungjawaban secara individu.




APLIKASI COOPERATIVE LEARNING DALAM KAITANNYA
DENGAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Metode pembelajaran cooperative learning menurut saya adalah metode yang paling efektif untuk pendidikan saat ini. Namun sebagai calon seorang konselor sekolah hendaknya perlu diketahui jika kita bertindak secara langsung dalam proses belajar mata pelajaran di dalam kelas. Jika kaitannya dengan proses belajar kita dapat memberikan pemahaman kepada guru mengenai metode ini. Agar ketika guru memakai metode ini tidak setengah-setengah tapi mampu sepenuhnya memaksimalkan metode ini.
Sebagai guru pembimbing yang ikut bertanggung jawab pula dalam belajar hendaknya seorang konselor sekolah juga mampu menemukan mana hal yang kurang efektif dalal proses belajar. Selain itu konselor sekolah dituntut mampu ikut menyelesaikan masalah yang dihadapi guru maupun siswa tentang proses belajar mengajar.
Dalam kaitannya dengan konseling, di atas telah saya singgung mengenai tutor sebaya. Hal ini dapat kita jadikan sebagai acuan atau dasar jika cooperative learning dapat kita kaitkan dengan konseling sebaya. Konseling sebaya dimana seorang teman mampu menjadi teman dekatnya dan ketika itu pula siswa tadi dapat menjadi informan untuk membantu temannya yang bermasalah. Konseling sebaya dianggap sebagai jurus jitu dalam membantu siswa menyelesaikan masalah siswa. Sesama teman akan lebih saling percaya dalam mencurahkan isi hati mereka karena secara realita inilah yang banyak terjadi. Siswa takut berurusan dengan guru pembimbing.

Rabu, 16 Maret 2011

Beasiswa di kampus-kampus


Semangat muda dengan jiwa yang kaya adalah awal untuk masa depan negara yang besar. Semangat muda yang “memiskinkan” diri juga merupakan awal, namun awal kehancuran negara.
Kesempatan setahun sekali dan hanya ada 2 penawaran beasiswa, satu kesempatan untuk meraihnya. Pilih BBM atau PPA, beasiswa yang tidak asing ditelinga mahasiswa. Maksud baik pemerintah apakah akan diterima dengan bijaksana oleh mahasiswa??
Banyak berdengung di kanan maupun di kiri telingaku “besok kalo aku dapet beasiswa kita makan-makan deh” “aku besok mau beli handphone baru” “aku pengen punya baju baru”. Mulut-mulut busuk dan pikiran-pikiran kotor mahasiswa. Uang bantuan yang seharusnya sangat diharapkan oleh orang-orang yang membutuhkan dibuat foya-foya. Mahasiswa tak berpendidikan moral atau bagaimana. Dan ternyata hal ini tidak terjadi di 1 atau 2 kampus dan ini diyakini jika hal terjadi di setiap kampus yang mendapatkan jatah bantuan dari pemerintah.
Memang benar jika salah satu syarat dari pengajuan beasiswa ini adalah surat keterangan tidak mampu dari desa tempat tinggal. Namun sangat tidak ada kualitasnya ketika perangkat desa hanya memberi dan tidak memikirkan bagaimana keadaan sebenarnya. Alih-alih membantu warganya tapi tidak sesuai seharusnya. Hal ini dapat dibuktikan ketika banyak kalangan mahasiswa yang sebenarnya mampu namun bisa dengan mudah mendapatkan surat keterangan tidak mampu.
Sangat disesalkan ketika dalam penyeleksian mahasiswa yang seharusnya berhak mendapatkan beasiswa malah tidak mendapat dan mahasiswa yang diaktakan mampu dalam finansial mendapatkannya.
Dalam tujuan dasarnya beasiswa PPA merupakan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi. Dan inilah yang membuat banyak mahasiswa memperebutkannya, namun ketika menggarisbawahi bahwa jumlah beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu (BBM) itu kurang dalam hal kuota kenapa tidak jika beasiswa berprestasi tersebut dialihkan ke dalam bantuan mahasiswa kurang mampu.
Pernah ditanyakan bahwa “kemana larinya anggaran jika jatah untuk beasiswa berlebih??” inilah yang belum bisa diketahu ataupun belum ada informasi khusus. Dikembalikan kepada pemerintah, disimpan oleh universitas untuk ditambahkan di tahun mendatang, tau bahkan digunakan untuk hal lainnya. Masih belum dapat diterawang memang.
Tidak dapat dikatakan ini semua tanggung jawab kampus untuk mengaturnya, untuk mengatur kepada siapakah seluh anggaran itu diberikan. Tak ada janji jika arah beasiswa akan diterima semuanya pada tempat yang tepat. Kampus hanya mampu sebisanya dan sebijaksana mungkin mengaturnya. Mungkin perlu ditinjau ulang untuk bagaimana meminimalisir kesalahan dalam pemberian beasiswa. Perlu adanya strategi baru untuk mendatkan target-target yang semestinya memang benar sasarannya.
Buat para mahasiswa jadilah seorang yang peduli pada negara, hal sekecil apapun akan berdampak pada negaramu. Dan ketahuilah jika nantinya kamu-kamulah yang akan menopang negara ini.
Salam damai...

Rabu, 09 Februari 2011


DATING, LOVE n SEX, kenapa demikian????
Tak pernah kebayang mendengar kotbah seperti hari ini, ibadah pemuda SYEDA di tempat asalku. Yohanes Tri Wibowo nama pendeta di gereja asal saya, dan ternyata beliaulah yang membawakan firman di malam ini. “Wahh apa tema firman malam ini ya...” pikirku ketika ku melangkahkan kaki masuk ke dalam gereja dan melihat Bapak pendeta sudah duduk di kursi pojok depan. Singkat cerita waktu firman pun dimulai, dan Beliau bertanya “kalau tidak salah satu bulan ini yang membawakan firman di pemuda saya ya? Dan temanya apa?”. Leherku pun langsung saja menoleh ke pengurus pemuda, dan katanya “benar Bapak, temanya sex, love and dating”. Tiba-tiba Bapak pendeta tersenyum, “lho kok malah tersenyum???” pikirku.
Hhmmmm, dari pada saya banyak memakai kalimat langsung di cerita ini mending saya kurangi penggunaan kalimat tersebut ya?? Ternyata yang benar itu dating, love baru sex. Padahal yang biasa kita dengar adalah sex, love and dating ehhhhh ternyata salah kaprah dan harus diurutkan. Dan hal yang paling mencengangkan adalah ketika dikatakan pacaran dulu baru cinta. Padahal kita kan biasanya mencintai baru deh nembak trus berhubungan dalam berpacaran lalu nikah dan dipuncaki dengan seks. “kalo cinta trus nembak, yaaa kalo diterima, kalo enggak bisa bikin sakit ati tuh tembakan” hahaaaa. Pernikahan tu diawali dari hubungan pertemanan, lalu dilanjutkan ke pertemanan ke yang lebih serius. Saling share terbuka ke masalah yang serius dan yang terpenting tu saling mengenal. Dan perlu digaris bawahi bahwa dalam tahapan ini pasangan masih boleh untuk mundur artinya menghentikan hubungan pertemanan yang serius ini. Hedehhhhh.... harus mulai berbenah nih.
Sex, love n dating, terlalu panjang kata Bapak Tri, dan kotbahnya pun akan dibagi menjadi 4 kali. Malam ini hanya membahas yang umum dan ketika nanti sudah mengenai sex maka harus ada pemisahan antara cewek dan cowok dan dibantu Ibu Elly (Ibu pendeta).tentunya 3 kata tadi tidak terlepas dari kata “kasih”. Erros yang dapat diartikan kasih penuh nafsu dan mengingini, Philia kasih yang didasari karena..., dan Agape yang merupakan kasih yang murni, seperti kasih Allah pada kita. Harapannya sihhhh seluruh kasih yang kita berikan itu Agape tapi kita tak pernah sadar jika kita banyak sekali memberi erros dan philia kepada yang lain bahkan kepada Tuhan sendiri. Dan saat itu juga saya berpikir Tuhan sebagai pencipta kita namun Tuhan tidak memberi jaminan keselamatan apakah kita masih mau mengikutnya? Walaupun tak ada jaminan apapun, gtermasuk jaminan hidup kekal? Hhhmmmmmm, kepada siapa harusnya pertanyaan ini kuberikan. Tepatnya memang pada diriku sendiri.
Juga dibahas mengenai sifat-sifat kasih, mulai kasih itu tidak sombong, pemaaf, penyabar hingga kasih itu menutupi kesalahan yang lain. Kasih yang sebenarnya itu benar-benar hebat yaaaaaa...... dalam tengah-tengah firman juga diungkap jika pria itu banyak menggunakan logika pikiran (banyak dikatakan pria memang tak punya perasaan) dan wanita menggunakan perasaannya (dasarrr wanita ngomongnya tanpa dipikir). Memang iya, bener-bener kenyataan tuchh, wanita si perasa dan pria si pemikir, kan memang harus saling melengkapi. Jadi pilih pria yang bener-bener pria dan wanita yang bener-bener wanita biar bisa saling melengkapi. Dan diakhir firman ditekankan lagi bahwa Tubuh kita adalah bait Allah, roh Allah tiggal di dalam kita karena kita telah percaya. Jadi ada 3 hal yang perlu diingat. Pertama, sadarlah jika kamu merupakan bait Allah, jagai dirimu dan rawatlah dirimu. Kedua, pilih komunitas yang mendukung hal-hal baik, nahhh ini yang paling memukul. Kalo teman-teman sekitar ga baik semua trus gimana? Soalnya ditempatku tuh jarang banget perkumpulan anaknya tu alim-alim, pasti merokok+minum. Sangat tidak setuju tentunya... dan yang ketiga adalah ketahuilah bahwa hatimu yang merupakan tonggak dosa. Maka berusahalah selalu mengikut roh yang ada pada dirimu. Karena roh akan berbuah baik namun jika tubuhmu berbuat jahat maka itu bukan buah rohmu melainkan buah dari hatimu. Ingatlah kamu adalah seorang kristen yang merupakan pengikut Kristus...

Kamis, 20 Januari 2011

KAPAN NIKAH???


KAPAN NIKAH???? Ya gak tau! Emang kenapa sih kalo gue masih pengen sendiri? emangnya gue bakalan membuat penipisan lapisan ozon makin cepat dengan kesendirian gue.

UDAH JANGAN MILIH-MILIH! !! Kok jangan milih-milih sih? MEMILIH ITU PENTING. Pada saat gue memutuskan untuk menikah dengan lawan jenis dan bukan sesama jenis aja. berarti gue sudah melakukan pemilihan (sadis amat sih contohnya hehehhehe... .) Pada saat gue memutuskan untuk menikah dengan si A dan bukan si B, berarti gue sudah melakukan pemilihan. Pada saat gue memutuskan untuk menikah dengan wanita yang seiman dan bukan yang beda kepercayaan, berarti gue sudah melakukan pemilihan. SIAPA BILANG JANGAN MILIH-MILIH.

JANGAN LAMA-LAMA!!! LHAAAA... emangnya gue si hunter (nama ****** teman gue) yang gak bisa ngeliat doggy betina, langsung dikejar-kejar buat dikawinin. Dua pribadi yang berbeda membutuhkan waktu untuk saling mengenal satu sama lain. Lebih baik menyisihkan waktu lebih lama di waktu pendekatan atau pacaran daripada mengambil keputusan gegabah dengan resiko menyesal seumur hidup.



JANGAN NGEJAR KARIER TERUS!!! Gue gak ngejar karier, gue ngejar gajinya hahahha..... nikah itu butuh modal dan modal itu harus dikumpulin sedikit demi sedikit bukan jatuh dari langit. Gue justru ngeri ngeliat temen-temen gue yang berlomba-lomba nikah, kalo gue tanya alasannya pasti karena umur, desakan orang tua yang mulai malu karena anak gadisnya gak laku-laku, takut dibilang perawan tua. Ketakutan-ketakutan itulah yang membuat temen-temen gue "tutup mata" terhadap setiap perbedaan yang justru sebetulnya sangat penting untuk dipertimbangkan pada masa pacaran apakah memang "gue itu tulang rusuknya dia" (buat yang cewek) atau apakah "dia tulang rusuk gue " (buat yang cowok), mereka punya prinsip yang penting nikah dulu. mereka dengan gampangnya berpikir bahwa karakter buruk yang sudah tertanam selama berpuluh-puluh tahun didalam diri "sang kekasih" bisa hilang begitu saja pada saat menikah. Gue tahu mungkin banyak yang gak setuju dengan pendapat gue, tapi gue gak mau menikah hanya karena masalah umur, siapa sih yang berhak ngasih patokan umur seseorang untuk menikah? siapa sih yang berani jamin bahwa nikah di umur 25 tahun akan lebih bahagia dari yang nikah di umur 30 atau lebih?, coba liat di catatan sipil, angka perceraian paling tinggi terjadi pada pasangan yang menikah pada umur yang mana (kalo udah dapet datanya, kasih tau gue ya, soalnya gue sendiri gak pernah ngecek hahahahh.... . ) Malah menurut gue menikah diusia 30 atau lebih itu banyak sisi baiknya, karena disitu biasanya emosi seseorang sudah lebih stabil, kedewasaan temperamen sudah mulai terbentuk, persiapan materi cukup memadai. (materi itu tetap harus masuk dalam pertimbangan dong, kan gak bisa bayar listrik sama bayar telepon pake surat cinta), Gue juga gak mau menikah karena desakan orang tua atau karena takut dibilang perawan tua, yang ngejalanin pernikahan itu kan gue bukan mereka, yang bakalan tanggung semua resiko kalo ada masalah kan gue bukanmereka, perkawinan kan bukan tuk dibuat main-main apalagi trus kawin - cerai. kebayang gak tuh kalo sampe salah milih bakalan sengsara seumur hidup.



JADI LU GAK PENGEN NIKAH? GUBRAKKK.... !!!! gue pasti pengen nikah tapi dengan alasan yang tepat, gue pengen nikah karena gue menyadari bahwa hidup ini terlalu berat untuk dijalani sendirian (ceileee...puitis amat lu), gue pengen nikah karena gue menyadari gue membutuhkan seseorang yang bisa saling mendukung dalam segi spiritual dan material, gue pengen nikah karena gue butuh menyayangi seseorang dan butuh untuk disayangi (hihihihi... jadi malu nih), dan masih banyak lagi... tapi yang jelas gak bisa ditentuin kapan waktunya, bisa cepet bisa juga lama, kalo soal waktu kan terserah sama yang DIATAS.

Cinta itu sama seperti orang yang menunggu bis. Sebuah bis datang, dan kamu bilang, "Wah.. terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh !

Aku tunggu bis berikutnya aja deh."Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata, "Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah.."Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat, tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja.

Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang, "Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku". Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.

Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor.

Ketika bis kelima datang, kamu sudah tak sabar, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju ! Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.

Moral dari cerita ini: sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.

Tidak ada salahnya memiliki 'persyaratan' untuk 'calon', tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.


disunting dari Dewa Klasik Alexander

Kamis, 06 Januari 2011

teruntuk sahabat dan keluargaku


Ketika ku kembali membuka seluruh otakku, mengerahkan kerja sel semaksimal yang aku bisa.
Aku mulai menyadari akan sesuatu yang sangat berharga dalam kehidupan. Semua ini bukan mengenai materi, bukan mengenai ilmu ataupun mengenai semua yang kau pikirkan untuk mencapai kesuksesan. Semuanya mengenai persaudaraan, teman-teman yang selalu kuanggap keluarga terdekatku. Kadang tak pernah kupikirkan apa yang tengah mereka kerjakan, bagaimana perasaan mereka sekarang bahkan yang seharusnya ku tahu ku tak mau tahu.
Bagaimana jika kamu mendengar saudaramu sedang berdoa mendoakanmu dan meneteskan air mata untukmu. Masalah mu dijadikan pergumulan bagi dia, bahkan dia menyepelekan apa yang harusnya menjadi pokok doa pribadinya. Hanya buatmu… di doanya hanya ada namamu.
Kapan lagi kamu akan mulai sadar jika waktu-waktu ini sangat berharga untuk kalian. Yang perlu kalian tahu adalah kita akan merasa rindu untuk bersama kita akan kecewa nantinya ketika kita tidak memanfaatkan kebersamaan ini dengan sepenuhnya. Ini adalah keluargamu, kita disini dengan visi yang sama untuk negeri ini.
Saat kamu mulai tersenyum ia pun turut tersenyum namun saat kamu mulai kerutkan wajahmu ia sudah menangis bergelimang air mata. Sahabat bukanlah ia yang mampu memberimu hartanya buat hidupmu namun ia yang mampu memberimu dirinya untuk dirimu.
Maafkan jika aku tak mampu menjadi sahabat atau teman sekalipun. Tak pernah tahu mengenai kalian, dan membuat geram.

Teruntuk seluruh sahabat dan keluargaku,

suka, sayang dan cinta

*Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
*Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
*Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.

*Saat kau menyukai seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku menciummu?”
*Saat kau menyayangi seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku memelukmu?”
*Saat kau mencintai seseorang dan berada disisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya…

*SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata “Sudahlah, jgn menangis.”
*SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata, “Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama. “

*SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,”Ia sangat cantik dan menawan.”
*SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.
*CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,”Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku..”

*Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
*Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.
*Pada saat orang yang kau CINTAI menyakitimu, kau akan berkata,”Tak apa dia hanya tak tau apa yang dia lakukan.”

*Pada saat kau suka padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
*Pada saat kau sayang padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
*Pada saat kau cinta padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus…

*SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.
*SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
*CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimana keadaanmu.

*SUKA adalah hal yang menuntut.
*SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
*CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.
http://dewaklasik.com/2010/04/14/perbedaan-antara-sukasayang-dan-cinta

Senin, 14 Juni 2010

Bukan berat Beban yang membuat Kita Stress, Tetapi lamanya Kita memikul beban tersebut. (By Stephen Covey)

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air Dan bertanya kepada para siswanya: “Seberapa Berat menurut anda kira segelas air ini?”

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. “Ini bukanlah masalah berat absolutnya, Tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.” Kata Covey.

Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak Ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 Jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya Memegangnya selama 1 Hari penuh, mungkin Anda Harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama Saya memegangnya, maka bebannya akan Semakin berat.”

Jika Kita membawa beban Kita terus menerus, Lambat laun Kita tidak akan mampu membawanya Lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey. “Apa yang harus Kita lakukan adalah Meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak Sebelum mengangkatnya lagi”. Kita harus Meninggalkan beban Kita secara periodik, agar Kita Dapat lebih segar & mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore Ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa Pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang Ada dipundak anda Hari ini, Coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah Beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya Dan Memanfaatkannya… Hal terindah Dan terbaik di dunia ini tak dapat Dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di Relung hati Kita.

Start the day with smile and have a good day

Don’t forget to pray before U start ur day