Kamis, 06 Januari 2011

teruntuk sahabat dan keluargaku


Ketika ku kembali membuka seluruh otakku, mengerahkan kerja sel semaksimal yang aku bisa.
Aku mulai menyadari akan sesuatu yang sangat berharga dalam kehidupan. Semua ini bukan mengenai materi, bukan mengenai ilmu ataupun mengenai semua yang kau pikirkan untuk mencapai kesuksesan. Semuanya mengenai persaudaraan, teman-teman yang selalu kuanggap keluarga terdekatku. Kadang tak pernah kupikirkan apa yang tengah mereka kerjakan, bagaimana perasaan mereka sekarang bahkan yang seharusnya ku tahu ku tak mau tahu.
Bagaimana jika kamu mendengar saudaramu sedang berdoa mendoakanmu dan meneteskan air mata untukmu. Masalah mu dijadikan pergumulan bagi dia, bahkan dia menyepelekan apa yang harusnya menjadi pokok doa pribadinya. Hanya buatmu… di doanya hanya ada namamu.
Kapan lagi kamu akan mulai sadar jika waktu-waktu ini sangat berharga untuk kalian. Yang perlu kalian tahu adalah kita akan merasa rindu untuk bersama kita akan kecewa nantinya ketika kita tidak memanfaatkan kebersamaan ini dengan sepenuhnya. Ini adalah keluargamu, kita disini dengan visi yang sama untuk negeri ini.
Saat kamu mulai tersenyum ia pun turut tersenyum namun saat kamu mulai kerutkan wajahmu ia sudah menangis bergelimang air mata. Sahabat bukanlah ia yang mampu memberimu hartanya buat hidupmu namun ia yang mampu memberimu dirinya untuk dirimu.
Maafkan jika aku tak mampu menjadi sahabat atau teman sekalipun. Tak pernah tahu mengenai kalian, dan membuat geram.

Teruntuk seluruh sahabat dan keluargaku,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar